Pancasila Dasar Implementasi Ilmu, Pengetahuan, dan Teknologi
BAB I
(PENDAHULUAN)
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia kini telah memasuki zaman modern dimana kemajuan pesat terjadi dalam ilmu pengetahuan dan juga teknologi hal ini menyebabkan peradaban manusia mengalami perubahan yang sangat signifikan (Tjandrawinata,2016). Saat ini semua negara di belahan dunia terasa seperti dalam radius yang sangat dekat, hal ini disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi sehingga memudahkan semua orang di belahan dunia untuk bisa berkomunikasi walau terhalang jarak yang jauh. Kemajuan teknologi ini tentunya bertujuan untuk mempermudah berbagai urusan dan pekerjaan dari manusia, berbagai alat-alat canggih diciptakan untuk dapat digunakan masyarakat luas. Saat ini tentunya kita semua dapat melihat dan merasakan perkembangan IPTEK tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita (Maemunah, 2018).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif (Sulaswati, Anny,2009). Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi- sendi kehidupan bangsa.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat (Amir,2013). Jika IPTEK dianggap tidak berhubungan dengan nilai budaya ataupun agama hal ini akan menyebabkan tidak adanya nilai human-religius. Perkembangan IPTEK yang ada di Indonesia haruslah senantiasa dikawal dengan nilai-nilai agama dan budaya yang terkandung dalam ideologi bangsa yaitu pancasila agar kehidupan bangsa tidak rusak karena pengaruh buruk IPTEK yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat Indonesia.
Pancasila adalah paradigma ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia, oleh karena itu ilmuwan harus mengembangkan ilmunya dengan pertimbangan apakah tujuannya sudah sesuai dan tidak merugikan manusia, serta harus diimbangi juga dengan pelestarian alam dan budaya (Kaelan,2000). Bangsa Indonesia sendiri telah memiliki akar budaya dan religi yang sangat kuat sejak dahulu kala, sehingga jika ilmu pengetahuan dan teknologi dibiarkan berkembangkan begitu saja tanpa berakar pada ideologi itu sama halnya menjadikan IPTEK tanpa arah dan orientasi yang jelas yang bisa saja membawa kehancuran bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan dasar negera Indonesia secara filosofi sudah ada dan berkembang sejak dahulu. Namun baru ditetapkan sebagai dasar negara secara resmi pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno. Negara Indonesia yang baru dideklarasikan tersebut pada masa-masa awalnya mengalami banyak hambatan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Penerapan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan kenegaraan kemudian dijabarkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan, baik dalam UUD 1945 maupun berbagai undang-undang dan peraturan lain di tingkat pusat maupun daerah.
Di sisi lain penerapan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sudah dilakukan sejak jaman dahulu, bahkan dari sebelum terbentuk Negara Republik Indonesia. Latar belakang bidaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam, baik beraneka suku, adat-istiadat, tradisi, agama dan kepercayaan, selama ini sudah mewarnai kehidupan sehari-hari rakyat bangsa Indonesia. Pada masa sekarang ini, perkembangan kehidupan bangsa Indonesia berkembang sesuai dengan kemajuan jaman, khususnya pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi. Pancasila yang sudah dirumuskan oleh pendiri bangsa (founding fathers), terdiri dari 5 (lima) sila (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia), menghadapi tantangan berat perubahan akibat perkembangan jaman.
Sepanjang sejarah kebangsaan Indonesia, setiap orde pemerintahan menerapkan suatu demokrasi tertentu. Pada masa pemerintahan Orde Lama, yang dipimpin Ir.Soekarno, Pancasila dalam penerapan kenegaraan mewujud menjadi politik demokrasi terpimpin dengan pilar golongan Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunis). Pada jaman Orde Baru, yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, diterapkan konsep demokrasi Pancasila yang membatasi partai politik sebanyak 3 (tiga) buah, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, Golongan Karya, dan Partai Demokrasi Indonesia. Pada masa orde baru ini juga dikembangkan panduan/tuntunan kehidupan masyarakat yang sesuai dengan setiap sila-sila dalam Pancasila, berupa penguraian sila-sila ke dalam butir-butir Pancasila yang bisa diterapkan sehari-hari.
Pada masa sekarang, yang disebut orde reformasi, nilai-nilai Pancasila mulai ditinggalkan oleh sebagian warga Negara Indonesia. Hal ini karena dirasakan dan dipersepsikan bahwa nilai- nilai Pancasila yang telah dirumuskan dalam butir- butir hanyalah sebagai terjemahan Pancasila versi pemerintah (penguasa). Dengan suasana yang lebih demokratis saat ini, sebagian masyarakat merasa lebih bebas (termasuk untuk tidak menjalankan nilai-nilai Pancasila ini). Perkembangan teknologi saat ini yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi, dengan dikenalnya konsep revolusi industri 4.0, memberi dampak yang sangat luas bagi masyarakat bangsa Indonesia, termasuk bisa mempengaruhi sistem nilai yang sudah ada pada bangsa Indonesia.
Kondisi ini apabila tidak dibatasi dan diantisipasi bisa menimbulkan krisis kepribadian bagi bangsa Indonesia, di mana sebelumnya berkepribadian berlandaskan nilai-nilai Pancasila, namun kemudian berubah dengan pengaruh nilai- nilai bangsa lain. Generasi muda sebagai penerus kehudupan bangsa di masa yang akan datang, perlu dibekali dan dituntut untuk dapat mengamalkan serta melestarikan nilai-nilai Pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, konten nilai-nilai Pancasila diberikan dalam muatan mata kuliah Pancasila. Sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa (UU No 12 tahun 2012).
B. Rumusan Masalah
a). Bagaimana Perkembangan Iptek di Indonesia ?
b). Bagaimana Dampak Positif dan Negatif Perkembang IPTEK di Indonesia ?
c). Bagaimana Peran Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa ?
d). Bagaimana Makna Tiap Sila Pancasila ?
e). Bagaimana Implementasi Nilai Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari Hari ?
C. Tujuan Pembahasan
a). Mengetahui Perkembangan Iptek di Indonesia
b). Mengetahui Dampak Positif dan Negatif Perkembang IPTEK di Indonesia ?
c). Mengetahui Peran Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
d). Mengetahui Makna Tiap Sila Pancasila
e). Mengetahui Implementasi Nilai Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari Hari
BAB II
PEMBAHASAN
(KAJIAN PUSTAKA/TEORI)
A. Perkembangan Iptek di Indonesia
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang biasa dikenal dengan singkatan IPTEK adalah suatu sumber yang mana seseorang bisa mengelola dan juga menggunakannya dalam kehidupannya baik dari penemuan baru tentang suatu ilmu atau teknologi dan juga perkembangan dari ilmu dan teknologi itu sendiri (Sung,2017). IPTEK ini dikembangkan dengan tujuan untuk memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidang kehidupan. Perkembangan IPTEK di Indonesia dapat dilihat dengan adanya teknologi yang terus berkembang seperti adanya satelit yaitu di Indonesia misalnya ada satelit Palapa yang menjadikan Indonesia dapat mengakses berbagai informasi melalui sinyal yang dipancarkan ke perangkat elektronik seperti televisi, radio, telepon dan yang lainnya, adanya smartphone dan gadget beserta berbagai aplikasi yang ada dengan adanya jaringan internet juga merupakan contoh kemajuan IPTEK dimana semua hal dapat dilakukan melalui alat canggih tersebut baik komunikasi, mencari informasi, menjual barang, membeli barang, belajar dan masih banyak lagi.
B. Dampak Positif dan Negatif Perkembang IPTEK di Indonesia
Perkembangan IPTEK dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia diantaranya yaitu :
• Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik, waktu yang lebih cepat, dan hasil yang lebih banyak. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern dalam memproduksi produk mereka, selain itu juga kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk melalui sosial media dan juga berbagai online shope yang tersedia.
• Memudahkan komunikasi dengan orang lain, contohnya yaitu dengan adanya handphone dan berbagai sosial mediakita semua bisa berkomunikasi dengan siapa saja dengan mudah walau terpisah jarak yang jauh.
• Memudahkan proses pembelajaran dimana guru dan siswa dapat mencari lebih banyak informasi dan materi pembelajaran diinternet serta pada pandemi seperti ini memudahkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan tatap maya.
Selanjutnya yaitu dampak negatif dari perkembangan IPTEK bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu :
• Carding, yaitu pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, pembajakan akun dan masih banyak lagi.
• Membuat ketergantungan dan rasa malas, karena terlalu nyaman dan dimudahkan oleh teknologi orang-orang bisa saja timbul rasa malas dan sangat tergantung pada teknologi. Seperti malas membaca dan memilih browsing di Internet, kecanduan main game sehingga mengganggu aktivitas yang lain.
• Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi, yaitu dari tayangan yang ada di internet yang bisa diakses siapa saja dan hal ini dapat merusak karakter anak bangsa.
C. Peran Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila merupakan dasar negara dan Ideologi bangsa kita, dimana Pancasila ini lahir pada 1 Juni 1945. Pancasila ini memuat lima sila yang berisikan cita-cita negara Indonesia. Adapun pokok-pokok nilai dalam Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, dan Kerakyatan, serta Keadilan. Selain menjadi ideologi dasar. Pancasila juga menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia dimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ini dijadikan petunjuk masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara oleh karena itu semua tindakan masyarakat Indonesia tidak boleh menyimpang dengan nilai-nilai Pancasila (Setiady Elly M,2003). Adapun kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah sebagai berikut :
a. Pancasila sebagai sumber solusi penyelesaian masalah. Pancasila merupakan suatu ideologi yang terbuka dimana hal ini mampu menjadikan Pancasila sebagai sumber pemecahan masalah dan relevan sampai sekarang. Pancasila dapat menyatukan perbedaan dan akan selalu menjadikan bangsa ini hidup dalam keharmonisan dan toleransi.
b. Pancasila sebagai pembangun karakter. Dengan nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila ini menjadikan Pancasila mampu membangun karakter bangsa yang baik, dimana dalam menjalankan kehidupan selalu mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan Pendidikan Pancasila juga dapat mengurangi degradasi moral yang disebabkan oleh perubahan zaman seperti sikap individualisme dapat diatasi dengan mengajarkan Kerjasama dan gotong royong.
c. Pemersatu Bangsa Pancasila memiliki kedudukan sebagai alat pemersatu bangsa. Pancasila yang hadir dalam bangsa ini telah mampu menyatukan keberagaman masyarakat Indonesia yang memiliki beragam ras, suku, dan budaya. Bisa dibayangkan tanpa kehadiran Pancasila maka masyarakat tidak akan bisa bersatu sebagai nusa dan bangsa seperti sekarang.
D. Makna Tiap Sila Pancasila
Makna Pancasila sebagai dasar negara tentunya wajib dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. (Pangeran Alhaj S.T.S dan Surya Partia Usman, 1995). Adapun makna Pancasila dan lambangnya akan dijelaskan sebagai berikut :
• Sila Pertama : Ketuhanan yang Maha Esa, nilai Ketuhanan iyang dijadikan sebagai sila pertama menunjukkan bahwa Tuhan menjadi pedoman yang utama bagi setiap manusia dalam menjalankan kehidupan dengan ini manusia harus senantiasa berperilaku sesuai ajaran agama mereka, menjalankan apa yang diperintahkan agama serta hal-hal baik yang diajarkan agama dan menghindari perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama.
• Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, makna dari Pancasila sila kedua ini yaitu mengajarkan mengenai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab hal ini dapat diterapkan dengan mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya serta gotong royong. Dengan ini Indonesia akan menjadi bangsa yang harmonis ditengah perbedaan yang ada.
• Sila Ketiga: Persatuan Indonesia, makna dari Pancasila sila ketiga ini yaitu walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan unsur latar belakang yang berbeda namun tetap bisa bersatu untuk negara. Hal ini juga menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi halangan atau masalah untuk mewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.
• Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, makna dari Pancasila sila keempat ini adalah menjadikan musyawarah sebagai solusi untuk setiap perbedaan atau pertentangan yang terjadi di kehidupan. Sila ini juga mengajarkan dalam menyelesaikan setiap masalah dan konflik di masyarakat tidak boleh dengan tindakan kekerasan atau sewenang-wenang.
• Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, makna dari Pancasila sila kelima ini yaitu suatu keadilan sosial yang mana keadilan social ini berhak didapatkan oleh setiap masyarakat tanpa melihat status maupun kedudukannya serta negara ini menjamin kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
E. Implementasi Nilai Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari Hari
Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari. Salah satu sikap Pancasila dalam berbangsa Indonesia adalah bertolak dari sudut pandang kehidupan. Dengan kata lain, mengimplikasikan bahwa nilai-nilai Pancasila adalah norma sikap dan perilaku, dan merupakan norma. Bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai sejatinya dan menjunjungnya. Jika tidak dipraktekkan, maka pandangan hidup ini akan menjadi sia-sia dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila mempunyai tujuan supaya bangsa Indonesia mempunyai landasan dan pilar yang kokoh untuk melaksankan pemerintahan, sehingga bangsa Indonesia ttidak mudah terpengaruh aruh goyah oleh bangsa lain, sebagaimana Pancasila di prakarsai oleh para tokoh pendiri bangsa Indonesia.
Pancasila memiliki fungsi utama yaitu untuk mencapai tujuan dan cita cita secara bersama – sama, yang kedua Pancasila merupakan pemersatu bangsa maka dari itu Pancasila mampu menjadi solusi dalam konflik, Ada penidiri bangsa Indonesia menyatakan pendapatnya mengenai Pancasila, yaitu Ir. Soekarno yaitu bangsa Indonesia harus terus betjuang hingga turun temururn, maka Pancasila bukan hanya sebagai falsafah negara melainkan lebih dari itu yaitu falsafah bangsa Indonesia, jika kita kembali memperhatikan proses dari pembuatan dasar negara yaitu Pancasila dan UUD 1945, para pemimpin rakyat agar bangsa Indonesia mampu menopang seluruh anak bangsa, apalagi buka hanya agama yang mayoritas yaitu Islam.
Menurut Rajasa (2007), Generasi muda harus mengembangkan karakter internasionalisme melalui tiga proses, yaitu: character shapers, yaitu generasi muda berperan dalam membentuk karakter positif, menjaga nilai-nilai moral, dan menginternalisasikannya ke dalam kehidupan nyata melalui kemauan yang kuat. Dengan secara aktif membangun kesadaran kolektif yang sangat kohesif, seperti menyerukan resolusi konflik, generasi muda dapat menjadi panutan bagi pengembangan peran aktif nasional melalui pemberdayaan peran (peran promosi). Insinyur peran muda berperan dan berkinerja baik dalam sains dan budaya, berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dan memainkan peran aktif dari waktu ke waktu. (Ginting, 2017).
Dengan demikian perlu diimplementasikan lima butir Pancasila dengan berikut ini:
a. Mempunyai kestuan rasa agama yang kuat sehingga mampu melaksanakan keibadahan serta ketaqwaan seusai agama yang dianuti, juga tidak mendorong atau meminta seseorang untuk mengikuti agama yang dianuti diri kita, sebagiamana setiap individu mempunyai hak untuk memilik agma yang diikutinya masing masing, juga tidak memberikan penilaian buruk terhadap agama yang dianut oleh orang lain.
b. Menghormati adanya perbedaan dikalangan masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai macam latar belakang, serta tidak memberikan penilaian buruk terhadap latar belakang orang lain.
c. Memiliki rasa mencintai dan bangga terhadap tanah air Indonesia didalam masyarakat Indonesia yang sangat luas dan sangat jauh, namun memiliki rasa bertanah air satu Indonesia juga meningkatkan kekreativitasan hasil berupa karya kita.
d. Senantiasa mendengarkan pendapat orang lain dengan seksama juga menghargainya, mengutamkan kebaikan untuk dua orang atau lebih dalam arti bersama didalam pengambilan suatu keputusan secara musyawaraj mufakat.
e. Senantiasa membantu untuk orang lain dan sesame tanpa melihat latar belakng dari orang tersebut, dan yang pasti untuk sila ini generasi millennial haru mampu berani mengemukakan pendapatnya juga memperjuangkan keadilan untuk diri sendiri, orang lain, dan untuk kebikan bangsa Indonesia
Kandungan nilai luhur Pancasila tidak akan mengalami perubahan dari dahulu hingga saat ini, tetapi dalam pengimplementasian dari nilai nilai Pancasila sudah mulai berubah bahkan luntur, dimana disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan teknologi yang sangat pesat dan sejalan dengan arus globalisasi, dengan mengimplementasikan salah satu nilai dari Pancasila maka akan terlaksana juga dalam pengimplemasian nilai Pancasila yang sebagaimana adanya keterkaitan antara satu nilai dengan nilai yang lainya, maka khususnya generasi millennial juga akan tersaring dari hal hal dampak buruk dari luar sehingga tidak masuk kedalam kehidupan sehari hari.
BAB III
(PENUTUP)
A. Kesimpulan
Pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam perkembangan IPTEK sangatlah penting dimana Pancasila dapat menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan dan juga pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia. Pengembangan IPTEK juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, serta IPTEK harus senantiasa menghormati dan terbuka dengan segala kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik.
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Disaat ini generasi millennial harus melaksankan pengimplementasian kembali dari kedudukan nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, hal ini sangat wajib karena sudah terlalu banyak dan sering terjadinya kesalah pahaman tentang Pancasila, juga lunturnya sikap yang meenerapkan nilai nilai Pancasila. Maka dari itu, adanya Pendidikan Pancasila didalam sekolah maupun perguruan tinggi sangat penting, supaya masyarakat khususnya generasi millennial mampu mengimplementasikan kedalam kehidupan sehari hari, juga dapat sejalur dengan norma yang berlaku. Serta secara tidak langsung kita telah menghargai dan meneruskan jasa jasa pahlawan yang tidak tau arti putus asa dan menghadapi tantangan luar biasa untuk dapat merumuskan Pancasila.
Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.
B. Saran
Tanamkanlah selalu nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pelindung dari hal- hal negatif yang ada di tengah peradaban baru. Manfaatkan perkembangan IPTEK dengan optimal untuk kemajuan bangsa tanpa melupakan Pancasila sebagai pedoman hidup. Jangan sampai ilmu pengetahuan dan teknologi dibiarkan berkembangkan begitu saja tanpa berakar pada ideologi itu sama halnya menjadikan IPTEK tanpa arah dan orientasi yang jelas yang bisa saja membawa kehancuran bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/1263/482
http://ejournal.poltektedc.ac.id/index.php/tedc/article/view/316/262
https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1057/941
Komentar
Posting Komentar