Pendidikan Tripusat Di Indonesia
1. Apakah Tripusat di indonesia sudah saling sejalan dan saling melengkapi?
Menurut saya belum, karena terkadang kesalahan keluarga dalam mendidik anak mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi anak diantaranya terlalu sibuk dalam melakukan pekerjaaan sehingga kurang memperhatikan anak, ringan tangan kepada anak, kurangnya orang tua dalam menanamkan karakter, sehingga anak akan mengalami gangguan emosionalnya atau mengalami perubahan perilaku yang menyimpang diantaranya anak mudah putus asa, suka mencari perhatian berlebihan (jail), pendiam, suka melamun, akademik rendah sehingga nilai KKM nya selalu dibawah rata. Kemudian, Pengaruh masyarakat yang kurang baik seperti lingkungan yang kotor, suka minum-minuman, tidak peduli dengan orang lain, sombong, selalu berkata yang kurang baik, berkata kasar, mencemooh dan lain sebagainya akan mempengaruhi anak ke perilaku yang kurang baik. Tindakan yang timbul dari lingkungan yang kurang baik membuat anak melakukan penyimpangan perilaku pada perilakunya misalnya, anak cenderung berkata kasar, jarang pulang ke rumah, tidak sopan, bernada tinggi, berpakaina yang tidak rapi dan sebagainya, dan disekolah terkadang teman sejawat berpengaruh untuk mendorong semangat bagi teman lainya, jika dari teman sejawatnya saling bermusuhan maka menimbulkan pembullyan dan permusuhan.
2. Solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam pendidikan tripusat
1. Dilingkungan keluarga, seperti adanya pendekatan dengan orang tua untuk merubah karakter anak menjadi lebih baik lagi. Cara pendekatan orang tua dengan anak dapat dilakukan dengan memberikan perhatian dan pemberian waktu khusus untuk keluarga, selalu memantau pergaulan anak, keluarga sebagai teman untuk curhat, dan memberikan kasih sayang. Peranan keluarga sangatlah penting karena keluarga adalah tempat dasar pembentukan karakter anak dari penanaman moral, pendalaman agama, dan sebagainya. Pola asuh orang tua menentukan keberhasilan pada anak yang meliputi kebutuhan psikologisnya.
2. Dilingkungan masyarakat, peranan masyarakat sangatlah berpengaruh pada prestasi dan perkembangan karakter sosial. Dalam masyarakat anak dapat bersosialisasi secara umum baik dalam berkomuniksai maupun melakukan tindakan tindakan sosial dan saling berbaur sesama masyarakat. Lingkungan masyarakat dapat mempengaruhi karakter anak baik maupun buruk. Agar terciptanya lingkungan masyarakat yang baik maka masyarakat memberlakukan jam belajar masyarakat (19.00-21.00 WIB) untuk memberikan kesempatan anak belajar.
3. Dilingkungan sekolah, peranan lingkungan sekolah merupakan wadah siswa mencari ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan selain yang di dapat dari masyarakat dan keluarga. Di sekolah terdapat guru yang membantu anak meningkatkan prestasi belajarnya melalui pengajaran yang mendidik dan menarik, selain melalui pembelajaran guru memberikan pendampingan dan pendekatan kepada anak. Peran guru di sekolah yaitu sebagai fasilitator. Selain menjadi fasilitator guru memantau dan melihat perkembangan siswa dalam akademik maupun sosialisasi di sekolah. Guru hendaknya memberikan pengetahuan pentingnya persahabatan dan banyaknya teman. Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar di sekolah guru dapat memberikan sarana prasarana yang memadai, program bimbingan konseling, dan menerapkan sitem among sebagai realisasi dan asas kemerdekaan diri tertib damai kebijaksanaan dengan laku “Tut Wuri Handayani”, kata Among atau kata lain mengemong, berarti memberi kebebasan pada anak didik dan pamong akan bertindak bila anak didik akan berbuat atau melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan.
Komentar
Posting Komentar